Bahan yang HALAL dan berkualitas adalah prioritas kami
Tampilkan postingan dengan label Berita Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita Islam. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 30 April 2011

Seorang gadis dengan nama "muslim" yang berpose untuk PLAYBOY


Sungguh suatu hentakan ketika berblog walking ria ada post ttg gadis "muslim" berpose untuk majalah playboy di jerman yang akan di terbitkan bulan mei ini. Sila sahin namanya seorang warga keturunan Turki yang berdomisili di Jerman.Memang kalau mendengar namanya terdengar berbau arab.dikatakan bahwa dia ingin bebas tanpa ada kungkungan yang dikaitkan dengan peraturan yang ada di Islam.Tapi timbul pertanyaan disana,apakah dia itu memang seorang muslim?,apakah seorang muslim akan menanggalkan pakaiannya sehingga menyamai binatang atau malah lebih rendah dari binatang.
Bahkan dari informasi hasil dari blogwalking dari fihak keluarga tidak mau membuka pintu lagi untuknya.Entah karena tekanan dari yang terdapat di media sehingga dia minta agar keluarganya kembali menerimanya.
Read more...

Rabu, 27 April 2011

Wow, Al Qaeda Miliki Senjata Nuklir Siap Ledak di Eropa !


Kelompok pejuang al-Qaidah disebut-sebut telah memiliki dan menyimpan senjata nuklir serta tidak akan ragu-ragu menggunakannya jika pemimpin mereka, Usamah bin Ladin ditangkap atau dibunuh oleh Amerika Serikat. Belum diketahui persis di mana senjata nuklir al-Qaidah disimpan, tetapi dilaporkan berada di Eropa.

Informasi ini diperoleh dari hasil interogasi terhadap tahanan al Qaidah di Guantanamo yang membocorkan data rahasia di situs pembocor, WikiLeaks, seperti yang dilaporkan oleh surat kabar The Telegraph, Senin, 25 April 2011.

Pernyataan kepemilikan nuklir al-Qaidah ini disampaikan oleh Khalid Sheikh Mohammed, komandan operasional al-Qaidah yang ditahan di Guantanamo dan akan diadili tahun ini atas tuduhan sebagai dalang serangan 11 September 2001. Dia mengatakan bahwa mereka memiliki fasilitas nuklir yang tersembunyi di suatu tempat di Eropa.

Mohammed mengatakan, nuklir itu akan meledak jika Usamah bin Ladin ditangkap atau dibunuh. Dia menjelaskan, al-Qaidah akan melancarkan serangan "neraka nuklir" ke seluruh dunia jika hal itu terjadi.

Bukan Ancaman Kosong

Ini bukan sekedar ancaman kosong, menurut dokumen WikiLeaks, intelijen AS telah mengungkapkan pembelian percobaan bahan baku nuklir oleh al-Qaidah. Diperkirakan bahwa kelompok mujahidin militan ini juga memiliki uranium, bahan baku utama tenaga nuklir.

Mohammed juga mengungkapkan bahwa al-Qaidah telah merencanakan serangan besar-besaran di negara-negara besar di Asia, Afrika, Amerika Serikat, dan Inggris. Sebagian besar perencana serangan kini telah menjadi tahanan di Guantanamo.

"Para tahanan memiliki berbagai rencana untuk serangan terhadap AS, sekutunya, dan berbagai kepentingan di seluruh dunia. Mereka berencana untuk membuat warga AS menderita, terutama dalam hal ekonomi, yang hal itu juga akan mengubah urutan kebijakan politik AS," kata Mohammed.
Read more...

Selasa, 26 April 2011

Sai Baba Mati Akibat Sakit Jantung, Katanya Maha Menyembuhkan & Menghidupkan?

Tokoh spiritual India yang diyakini sebagai manusia setengah dewa, Sai Baba meninggal dunia di rumah sakit setelah menderita gagal jantung dan pernafasan yang kronis. Padahal ia diyakini jutaan pengikutnya sebagai mahaguru yang bisa menyembuhkan penyakit mematikan. Doa ribuan pengikutnya tak mampu mendatangkan keajaiban untuk kesembuhan Sai Baba.



Sathya Sai Baba, tokoh spiritual India, meninggal pada Minggu (24/4/2011) di Rumah Sakit Puttaparthi, negara bagian Andra Pradesh, India. Sebelumnya pria yang diyakini jutaan pengikutnya manusia setengah dewa itu menjalani perawatan intensif selama tiga pekan akibat gagal jantung kronis yang menderanya.

"Sai Baba tidak lagi bersama kita secara fisik. Dia mengembuskan napas yang terakhir pada pukul 7:40 pagi karena penyakit jantung dan pernapasan. Jenazahnya akan disemayamkan hingga Selasa," demikian bunyi pernyataan dari rumah sakit tempatnya dirawat seperti dikutip dari laman BBC.

Begitu dokter mengumumkan kematiannya, para warga diminta tenang dan tidak datang ke rumah sakit. Aparat keamanan juga langsung memperketat wilayah rumah sakit tersebut. Beberapa jalan menuju rumah sakit diblokir, toko-toko juga diminta tutup.

Sebelumnya ribuan orang berkumpul dekat rumah sakit untuk mendoakan keajaiban demi kesembuhan Sang Guru.

Kantor berita AFP menulis, para pengikut Sai Baba yang terkemuka, di antaranya adalah mantan Perdana Menteri India Atal Bihari Vajpayee, para hakim, aktor, para jenderal, dan pemimpin politik negeri itu. Termasuk dalam jutaan penganutnya adalah legenda kriket India Sachin Tendulkar serta bintang film Hollywood, Goldie Hawn.

Sathya Sai Baba lahir pada 23 November 1926 dengan nama Sathyanarayana Raju. Para pengikutnya meyakini Sai Baba sebagai reinkarnasi dari Shirdi Baba, seorang filsuf dan mahayogi, yang meninggal dunia pada 1918. Sejak memproklamirkan diri sebagai reinkarnasi di usia 14 tahun, Sai Baba mulai kebanjiran pengikut.

Ajaran spritual yang disebarluaskan Sai Baba, mendapat banyak pengikut di berbagai belahan dunia termasuk Indonesia. Di berbagai kesempatan Sai Baba yang sering dianggap sebagai orang suci itu menegaskan ajarannya bukan agama dan bukan sekte dari agama tertentu yang sudah ada.

Menurut jutaan orang di dunia yang mempercayainya, Baba memiliki kekuatan supranatural seperti menyulap benda begitu saja, mengetahui kisah kehidupan orang di masa lalu, dan mampu mengobati penyakit mematikan, bahkan menghidupkan kembali orang yang sudah mati.

Mahaguru 'Setengah Dewa' Terlibat Pelecehan Seksual

Di samping berita kehebatannya, pemberitaan tentang Sai Baba juga diwarnai dengan kontroversi dan tudingan miring terkait pelecehan seksual dan tipuan kemampuan magisnya. Pada 2004, dalam sebuah liputan khusus BBC berjudul "Secret Swami", mengungkap 2 pria warga Amerika bersaksi bahwa dalam sebuah acara penyembuhan Sang Guru menyentuh alat vital mereka.

Dari asramanya di Puttaparthi, Sai Baba menyebarkan pengaruh dan menangguk dana jutaan dolar dari donasi para pengikutnya di seluruh dunia. Organisasi amalnya telah mendanai pembangunan fasilitas kesehatan dan pendidikan di seantero India, termasuk rumah sakit dan klinik yang menurut warga setempat mampu menyembuhkan penyakit di luar batas nalar kemampuan medis umumnya.

Salah satu penyumbangnya yang terbesar adalah mantan pemilik jaringan restoran Hard Rock Cafe, Isaac Burton Tigrett, bahkan datang ke Puttaparthi untuk tinggal di sana.

Sai Baba yang selalu tampil dengan gaya eksentrik dalam balutan jubah warna kunyit dengan gaya rambut keriting afro, pernah menghadapi serangan sekelompok orang pada 1993. Serangan 4 laki-laki ke apartemennya itu gagal, tapi 2 pengawalnya tewas.

Sementara kerja amalnya banyak dipuji dan menimbulkan kekaguman para pengikut, yang ditaksir mencapai 10 juta orang di 120 negara, Sai Baba juga banyak dikritik saat tampil di panggung dan tiba-tiba menyulap koin emas begitu saja.

Bagi para pengikutnya, kemampuan sihir Sai Baba ini diyakani sebagai kekuatan magis, sementara kalangan pengkiritik yang rasional justru menyebutnya tak lebih sebagai tipuan belaka.
Read more...

500 Anggota Taliban Berhasil Melarikan Diri dari Penjara Kandahar

KABUL - Hampir 500 tahanan Taliban berhasil melarikan diri dari penjara Kandahar di Afghanistan selatan melalui terowongan sepanjang ratusan meter, kata para pejabat hari Senin.



Taliban mengatakan terowongan itu berada di belakang penjara besar Kandahar dan bahwa semua tahanan yang melarikan diri tersebut adalah anggota mereka.

"Sebuah terowongan ratusan meter digali dari selatan penjara ke penjara dan 476 tahanan politik melarikan diri tadi malam," kata Direktur penjara Jenderal Ghulam Dastageer Mayar, seperti dilaporkan situs Gulf News.

Juru bicara Taliban Qari Yousuf Ahmadi mengatakan Taliban bertanggung jawab atas kejadian ini. "Semalam beberapa tahanan politik berhasil keluar dari penjara dan melarikan diri."

Ahmadi menambahkan, "Narapidana menggali terowongan sepanjang 360 meter ke arah selatan penjara.

"Mereka mulai keluar dari penjara pada pukul 11 malam (22.30 waktu UEA) dan pagi dini hari, 541 tahanan melarikan diri," katanya. "Mereka semua melarikan diri dengan aman dan tanpa pertempuran senjata."

Ahmadi mengatakan bahwa 106 tahanan adalah komandan Taliban, sedang sisanya prajurit.

Kasus pembobolan penjara besar ini adalah yang kedua kalinya dalam tiga tahun terakhir di Kandahar. Pada tahun 2008, sekitar 1000 tahanan termasuk gerilyawan Taliban melarikan diri setelah Taliban menggunakan bom truk untuk membuka gerbang penjara.

Kandahar dipandang sebagai tempat kelahiran gerakan Taliban dan kota sekitarnya dalah tempat yang menjadi saksi pertempuran terburuk di Afghanistan.
Read more...

Jumat, 22 April 2011

Geliat Penegakkan Syariah Islam di Inggris

Wanita-wanita di Inggris yang tidak memakai jilbab kini "merasa terancam" oleh apa yang orang-orang sebut sebagai "ekstrimis Islam" yang berusaha memaksakan hukum Syariah Islam di Inggris.



Beberapa bahkan menjuluki mereka sebagai "preman Taliban", dilansir dari situs The Sun, kelompok ini sangat menentang homoseksual dan pakaian yang mempertontonkan aurat.

Mereka menempel beberapa stiker di jalan-jalan : "Zona bebas Gay. Sesungguhnya siksa Allah sangat pedih."

Bahkan poster majalah H & M yang menampilkan gambar wanita seronok yang ditempel di tembok-tembok telah mereka tutup dengan cat semprot.

Pernah seorang wanita Asia yang bekerja di sebuah apotek di London timur mereka suruh untuk berpakaian lebih sopan dan memakai jilbab, atau apotek tersebut akan diboikot.

Langkah-langkah kelompok tersebut dalam mempromosikan Islam salah satunya dengan menempel stiker-stiker berisi pesan seperti "zona bebas Gay" dan menutupi poster-poster iklan yang mempertontonkan aurat.

Kontra

Ghaffar Hussain, dari Yayasan Quilliam, yang merupakan yayasan anti-ekstrimisme menjuluki kelompok tersebut dengan sebutan "preman Taliban", seperti dilaporkan Sunday Times.

Tanggapan ulama Inggris Anjem Choudary menanggapi hal tersebut dengan mengatakan bahwa para individu akan bergerak sendiri ketika mereka melihat seorang wanita Muslim tanpa menggunakan jilbab. Namun Anjem menegaskan bahwa ia hanya memberikan nasihat tentang Islam.

Menanggapi insiden-insiden terakhir tentang ancaman "preman Taliban", Anjem Choudary menyatakan bahwa tuduhan ancaman kematian itu sebagai "benar-benar konyol".

Ia mengatakan: "Ada sebuah kelompok yang menyebarkan Islam, dan jika mereka melihat seorang wanita Muslim tanpa jilbab, mereka mungkin berkata "saudariku, anda wajib untuk menutupi rambut anda." Tidak ada ancaman kematian.

"Ini tentang memberitahu para wanita agar mereka menutupi aurat mereka, tidak ada yang akan mengatakan 'kamu akan dibunuh'".

Kota Tower Hamlets sendiri dianggap beberapa pihak dapat menjadi pusat ekstrimisme Islam di London, karena banyaknya warga Muslim yang taat disitu. Namun tentu saja itu adalah pendapat konyol jika menganggap tempat tersebut tempat berkumpulnya ekstrimis Islam.

Mantan Pekerja BBC Masuk Islam

Baru-baru ini diketahui, Rich Dart, seorang mantan karyawan kelas menengah BBC telah masuk Islam dan tinggal di Bow, London Timur, ia diberi pesangon sebesar £ 300,000 setelah keluar dari BBC.

Meskipun kini tidak bekerja, Rich Dart secara rutin hadir dalam unjuk rasa Muslim, dan baru-baru ini dia ikut berorasi dengan mengatakan "ketika Taliban dapat mengalahkan sekutu, maka kami akan menegakkan hukum Syariah dan melakukan perlawanan kepada musuh."

Demonstrasi tersebut diselenggarakan oleh Abu Rumaysah 27 tahun, yang pernah menyerukan ditegakkannya hukum Syariah di Inggris dalam sebuah konferensi pers yang diadakan bersama syaikh Anjem Choudary, pemimpin kelompok Islam4UK yang kini dilarang.

Pada konferensi pers yang lalu Abu Rumaysah berkata "Natal adalah kebohongan dan sebagai Muslim adalah tugas kita untuk menyerangnya."

"Tapi serangan utama kami adalah kepada buah-buahnya Natal, seperti penyalahgunaan alkohol dan prostitusi yang meningkat selama Natal dan semua kejahatan lainnya yang menyebabkan seperti aborsi, kekerasan domestik dan kejahatan.

"Kami berharap bahwa kampanye-kampanye kami akan membuat orang menyadari bahwa Islam adalah satu-satunya cara untuk menghindari hal-hal tersebut dan mereka akhirnya masuk Islam." [muslimdaily.net]
Read more...

Selasa, 19 April 2011

Waspadalah, Film Berbau Pluralisme Akan Segera Hadir Lagi

Habis 'Tanda Tanya" terbit kembali 'Dua Dunia Satu Cinta". Setelah umat muslim dihebohkan lewat film ? garapan Hanung, dikabarkan bahwa satu lagi film berbau pluralisme agama yang berjudul ‘Pelangi Melbourne: Dua Dunia Satu Cinta’ akan diangkat ke layar lebar. Waspadalah !!!



“Baru ditelpon seorang sineas, novel PELANGI MELBOURNE akan diangkat ke layar lebar/difilmkan. Senang bercampur cemas,” tulisnya di status facebook.

Ketika disinggung bahwa dirinya akan didaulat menjadi pemeran utama, Zuhairi menanggapi secara guyon.

“Kalau saya pemeran utamanya nanti tidak ada yang menonton.” tulisnya dalam akun FB.

Zuhairi Misrawi terkenal sebagai cendekiawan yang kerap mengusung ide pluralisme agama. Ia pernah mengecam fatwa haram Majelis Ulama Indonesia (MUI) tentang Sekularisme, Pluralisme dan Liberalisme pada tahun 2005.

Novel ‘Pelangi Melbourne’ dibuat ketika Zuhairi Misrawi menjalani short course di Melbourne pada tahun 2006. Berkisah tentang eksotika multikulturalisme kota Melbourne yang berasal dari berbagai latar bangsa, bahasa dan agama. Novel tersebut memiliki pesan tentang sebuah keniscayaan akan toleransi beragama.

Ketika ditanya salah seorang di akun Facebooknya tentang apa hukum seseorang yang menikah beda agama, Zuhairi menjawab singkat,

“Penjelasannya ada di novel itu.”jawabnya singkat bak seorang mufti.

Ini adalah novel perdana Zuhairi. Sebelumnya, ia sudah banyak melahirkan buku diantaranya; Al Qur’an Kitab Toleransi, Dari Syariah ke Maqashid Syariah, Pandangan Muslim Moderat, dan lain sebagainya yang rata-rata dinaikkan oleh penerbit Kompas.

Banyak dari tulisannya sangat kontroversial. Sebagai contoh, dalam artikelnya di harian Republika edisi Jum’at, 8 Desember 2006, dengan judul “Pluralisme Berbasis Alquran”, Zuhairi menulis,

“Hasil riset saya, Surat Al-Ma’idah merupakan surat yang amat pluralis, karena menyebutkan Injil sebagai petunjuk dan cahaya (Q.S. Al-Ma’idah [5] : 46) dan Taurat sebagai petunjuk dan cahaya (Q.S. Al-Ma’idah [5] : 44). Kendatipun sebagian Muslim menolak Injil dan Taurat, tetapi Allah SWT justru menjunjung keduanya”

Kini, dalam kesehariannya Zuhairi mengurusi pos Direktur Eksekutif Moderate Muslim Society (MMS), sebuah lembaga swadaya masyarakat yang bergerak dalam bidang toleransi beragama (bukan toleransi umat beragama_red). (muslimdaily/eramuslim)
Read more...

Senin, 18 April 2011

Serangan Terbaru di Afghanistan, Lima Tentara NATO Tewas

KABUL - Para pejabat NATO mengatkan seorang pembom bunuh diri telah menewaskan lima prajurit dari koalisi internasional di luar sebuah pangkalan militer di Afghanistan timur.




Pejabat militer Afghanistan mengatakan ledakan yang sama juga menewaskan empat tentara dan melukai empat orang lainnya.

Pasca serangan, Taliban mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Juru bicara Departemen Pertahanan Afghanistan Jenderal Mohammad Zahir Azimi mengatakan pengebom hari Sabtu mengenakan seragam tentara Afghanistan ketika dia mendekati pintu masuk dan meledakkan dirinya di pangkalan bersama pasukan Afghanistan dan koalisi yang terletak di propinsi Laghman sebelah barat Jalalabad.

NATO mengatakan akan menahan rilis informasi lebih lanjut tentang anggotanya yang tewas.

Dalam serangan bom hari ini, selain menewaskan lima tentara NATO, paling tidak empat penerjemah bahasa juga ikut terluka, demikian seperti dilansir dari customwire.ap.org. [muslimdaily.net]
[Digg this!] Read more...

Prancis Berencana Larang Shalat Jamaah di Jalan


Hidayatullah.com—Setelah sukses melarang pengguna burqa, kini pemerintah Prancis dikabarkan berniat kembali menggulirkan larangan shalat di jalan bagi kaum Muslim.

Menteri Dalam Negeri Prancis, Claude Guéant, yang dikenal sebagai salah satu politisi think-tank politik anti-Islam di negara ini, menetapkan peraturan baru melarang pelaksanaan shalat jemaah di pinggir jalan.

Sebagaimana dikutip IRNA, koran Le Parisien menulis pernyataan Guéant yang mengatakan, "Kami tengah mencari cara untuk melarang penunaian shalat berjamaah di pinggir jalan."

Mendagri Prancis ini mengemukakan pernyataan itu di saat penunaian shalat berjamaah di pinggir jalan, sangat jarang terjadi, dan biasanya hanya dilakukan di wilayah-wilayah yang memiliki fasilitas sangat terbatas atau batasan yang dilakukan pemerintah. Selain itu, warga Muslim Prancis juga menunaikan shalat berjamaah itu tanpa mengganggu orang lain.

Menjawab pertanyaan soal sedikitnya jumlah masjid di Prancis, Guéant mengatakan, di Prancis dapat dibangun masjid yang lebih banyak. Namun Guéant tidak memberikan keterangan lebih rinci bagaimana masjid-masjid tersebut dapat dibangun.

Di kota Nice misalnya, hanya terdapat dua masjid, dan warga Muslim di kota itu harus menempuh jalan jauh untuk pergi ke masjid. Namun masalah yang paling penting adalah bahwa kedua masjid itu tidak mampu menampung seluruh warga Muslim yang hendak menunaikan shalat berjamaah.

Terkait implementasi larangan shalat berjamaah di tepi jalan itu, Guéant menjelaskan, "Harus ada cara untuk menghentikan shalat berjamaah di tepi jalan, dan saya secara pribadi memprioritaskan penggunaan "kekuatan" dalam menjalankan ketentuan tersebut.

Guéant hingga kini telah berulangkali menarget umat Islam, termasuk penilaiannya terhadap peningkatan jumlah warga Prancis yang memeluk agama Islam. Kondisi ini menurut Guéant sangat disayangkan dan akan menjadi kendala serius bagi Prancis.

Sejumlah politik anti-Islam dalam pemerintahan Prancis yang beberapa waktu lalu melarang penggunaan burqa, telah memasuki tahap baru yang lebih serius.

Kebijakan itu direaksi negatif oleh opini umum Barat. Laurent Booth, saudara perempuan istri mantan perdana menteri Inggris, Tony Blair, dalam wawancaranya dengan IRNA, menepis klaim para pejabat Prancis bahwa kaum perempuan yang mengenakan burka merupakan ancaman teror dan keamanan.

"Kaum perempuan berjilbab sebetulnya memang merupakan ancaman bagi negara-negara Barat. Namun ancamannya tidak dalam bentuk kekerasan seperti yang diklaim oleh para politisi Barat, melainkan karena busana Muslimah pada hakikatnya telah menyoal kebebasan kaum perempuan di Eropa dan Amerika."*
Read more...

Hanung, Republika, "?" yang Penuh Tanda Tanya!


Assalamu’alaikum Wr Wb

SAYA terkaget-kaget melihat pernyataan sineas film Hanung Bramantyo di beberapa media. Ia mengatakan, mengaku puas dengan film terbarunya yang berjudul "?" (Tanda Tanya) meski ia tahu film terbarunya itu banyak mendapat kritikan kaum Muslim. Herannya, ia mengaku senang dengan adanya kritikan menandakan bahwa film tersebut hidup.

Bayangkan, bagaimana rusaknya Islam jika ada umatnya tidak mengindahkan peringatan atau saran dari saudaranya, dari ulama seperti kasus Hanung ini. Inilah yang menjadikan agama akhirnya tak berfungsi.

Bagaimana rusaknya agama jika orang tak paham agama (jahil) kemudian bicara seenakknya masalah agama?????

Film terbaru hanung berjudul “?” (Tanda Tanya) telah banyak mendapat kritikan ahli fikih, tokoh agama termasuk MUI. Lha, herannya dia malah mengaku senang???

Saya baru sadar, rupanya dia orang yang tak mengerti agama dan (maaf, ia berlagak mengerti agama, padahal sesungguhnya gak ngerti). Mudah-mudahan ia segera istighfar, meminta ampunan Allah, dan bertaubat. Saya kasihan dengannya, saya khawatir, jika dia tak bertaubat, akan tak terjadi apa-apa pada anak, istri dan keluarganya. Apakah ia yakin rizkinya halal dengan cara seperti ini?

Dan yang lebih menyedihkan lagi bahwa Mahaka Picture dan Mahaka Media yang memiliki Harian Republika ikut ambil bagian dalam pembuatan film ini.

Bagaimana mungkin?

Padahal dulu, ketika masih mahasiswa di tahun 90-an, saya termasuk orang yang provokatif mengajak teman-teman agar membeli saham PT Abdi Bangsa, yang kala itu menerbitkan Harian Republika dan Majalah Ummat. Su ngguh ini kekecewaan yang luar biasa.

Mengapa bisa seperti ini? Mengapa Harian Republika yang dulu dipromosikan Pak BJ Habibie dan menjadi kebanggaan kami dan umat Islam (yang bermimpi punya media Islam sendiri) tiba-tiba mendukung film yang mencampur-adukkan antara yang bathil dan yang haq?

Mengapa Republika justru mendukung pemikiran liberal, yang menurut istilah KH. Cholil Ridwan, justru mendukung orang jadi murtad?

Saya benar-benar tidak paham dan kecewa.

Dalam pikiran saya saat ini penuh Tanda Tanya antara Film "?" dan Harian Republika

?????
Read more...

Minggu, 17 April 2011

Pria Mesir Mengaku Imam Mahdi di Masjidil Haram

Jamaah shalat Ashar hari Selasa (12/4) di Masjidil Haram terperanjat saat seorang pria merebut pengeras suara dan mengumumkan bahwa dirinya adalah Imam Mahdi.

Arab News melaporkan, menurut para saksi imam baru saja memulai shalat ketika pria tersebut tiba-tiba merebut mikrofon dan membuat pernyataan mengejutkan. Petugas keamanan masjid bertindak cepat mengamankan pria yang disebut-sebut berkebangsaan Mesir dan berusia 30-an tahun.

Petugas menggelandang pria itu ke pos penjagaan yang berada di komplek Masjidil Haram untuk diinterogasi.

Polisi menyimpulkan pria tersebut mengalami gangguan jiwa.
Read more...

Al-Sadr: Larangan Cadar Bertentangan dengan Kebebasan

-Niqab atau cadar yang dipakai oleh wanita Muslim tidak diwajibkan dalam Islam, nemun melarangnya berarti bertentangan dengan prinsip kebebasan. Demikian menurut tokoh Syi'ah Iraq, Moqtada al-Sadr, Kamis (14/4).



Komentar itu merupakan respon al-Sadr terhadap peraturan Prancis terbaru yang melarang penggunaan cadar di tempat-tempat umum seperti jalan, taman, pertokoan dan gedung-gedung pemerintah.

"Menurut hukum Muslim, memakai niqab tidak wajib, namun melarangnya lewat peraturan hukum merupakan penindasan atas kebebasan," kata al-Sadr dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan di kampung halamannya, Najaf.

"Memaksa perempuan untuk memakai niqab, atau untuk tidak memakainya, kedua-duanya tidak dapat diterima," katanya.

Namun al-Sadr menegaskan bahwa memakai kerudung adalah kewajiban mendasar dalam agama Islam dan tidak ada orang yang bisa melarangnya

"Apa orang-orang kafir Barat menerima jika saudara-saudar perempuan mereka yang tinggal di negeri (Muslim) kami dipaksa untuk memakai niqab? Ini tidak adil," katanya lagi.

Sebelumnya pada Maret 2004, Prancis melarang kerudung di seluruh sekolah yanga ada di seluruh penjuru negeri.*
Read more...

Jumat, 15 April 2011

Tanggapan JAT Terkait Bom di Cirebon

Jum'at siang, sebuah bom meledak di komplek masjid Mapolres Cirebon. Satu korban tewas diduga pelaku, sedang lebih dari 20 lainnya luka-luka dibawa ke rumah sakit untuk mendapat perawatan.
Media-media langsung mengarahkan tudingan ke kelompok pendukung Jihad. Ustadz Abu Bakar Ba'asyir yang saat ini sedang menjalani proses persidangannya juga sudah membuat komentar mengenai bom hari ini.

Sekarang giliran Jamaah Anshorut Tauhid yang memberikan pernyataan singkat terkait bom, dan inilah pernyataan singkat dari JAT yang diterima redaksi MuslimDaily :

Terkait bom masjid di Cirebon, JAT menyatakan :

1. Mengecam aksi bom di masjid dalam kondisi ritual sholat Jum'at
2. Menghimbau umat Islam tidak terpancing
3. Tidak menutup kemungkinan bom-bom yang terjadi akhir-akhir ini adalah upaya pihak-pihak tertentu untuk melanggengkan Undang-Undang Intelijen
4. Kita harus waspada pengkambinghitaman terhadap umat Islam.

Sedangkan untuk konferensi lengkap JAT berencana mengadakan pada besok hari Sabtu 16 April 2011. [muslimdaily.net]


Read more...

Kamis, 14 April 2011

Demo dan Penangkapan Wanita Bercadar Sambut Aturan Baru di Prancis

Undang-undang anti cadar di Perancis mulai berlaku pada hari Senin, dan terjadi bentrokan langsung antara penentang aturan tersebut dan aparat keamanan. Dua wanita Muslim yang tetap mengenakan cadar telah ditangkap di luar Katedral Notre Dame.

Siapa pun yang ditahan mengenakan cadar di tempat umum harus membayar denda sebesar 150 euro (setara dengan US $ 215), tetapi tetap tidak jelas bagaimana aturan ini akan ditegakkan. Menurut orang-orang yang menentang, hukum larangan cadar ini telah melanggar kebebasan individu dan agama.

Protes tak haynya terjadi di Prancis, tapi juga di London. Wanita muslim berjilbab ikut ambil bagian dalam protes di London terhadap larangan cadar di Prancis.

Hukuman bagi mereka menyuruh perempuan untuk mengenakan cadar lebih berat dari wanita yang mengenakan cadar. Seseorang yang dinyatakan bersalah karena menyuruh seorang wanita dikenakan denda $ 43.000 dan kurungan sampai satu tahun penjara.

Kenza Dride, seorang wanita Muslim yang mengenakan cadar, naik kereta api pada hari Senin dari Avignon ke Paris.

Dia mengatakan kepada Al Arabiya dia tidak "memprovokasi" siapa pun dan bahwa dia hanya membela "kebebasan bergerak" dan "kebebasan beragama"-nya.

Tapi Alexis Marsan, seorang polisi, mengatakan wanita tersebut tidak ditangkap karena memakai niqab melainkan karena ikut aksi protes.

Saat ini diperkirakan terdapat sekitar 2.000 perempuan yang mengenakan cadar diantara sekitar lima juta Muslim di Perancis, menurut estimasi resmi.

[muslimdaily.net/alarby]
Read more...

Omar Hammami Meledek Berita Kematiannya Oleh Pemerintah Somalia

Seorang warga Amerika yang bergabung dengan kelompok Al Shabaab Somalia mengeluarkan rekaman audio yang mengejek laporan berita yang memberitakan tewasnya dirinya. Rekaman dalam bentuk nasid yang dinyanyikannya sendiri itu beredar dalam sebuah website jihad.

Omar Hammami, atau yang dikenal dengan sebutan Abu Mansur al Amriki, merilis sebuah nasid, atau lagu Islami tanpa musik, nasid tersebut dirilis oleh jaringan Al Qimmah Islamic yang disebut-sebut sebagai media propagandanya jaringan Al Shabaab yang terhubung dengan Al Qoidah.

Pada 8 Maret lalu, pemerintah Somalia memberitakan bahwa Omar Hammami tewas dalam sebuah peperangan di Mogadishu.

Dalam nasid terbaru yang dirilisnya Hammami mengejek pemerintah Somalia atas laporan kelirunya tersebut.

Nasid yang dirilis Hammami lebih bergaya RAP Amerika daripada nasid-nasid Arab yang lain. Menggunakan bahasa Inggris Hammami memuji kematian yang diperoleh melalui cara jihad, ia juga meminta dirinya sendiri bisa mati seperti para anggota senior Al Qoidah seperti Abu Musab al Zarqawi, Abu Laith al Libi, Saleh Ali Saleh Nabhan dan Maa'lam Adam al Ansari.

"Kirimi aku rudal seperti Maa'lam Adam al Ansari, dan kirimi aku beberapa ton seperti Zarqawi, dan kirimi aku drone seperti Abu Laith al Libi, dan pasukan spesial seperti Saleh Ali Nabhan," salah satu isi lirik nasid dari Hammami.

Sebelumnya, Hammami pernah merilis nasid hampir sama pada Mei 2010, ia terlihat dalam sebuah video RAP berjudul 'Pemberhentian Pertama di Addis', Hammami berharap dirinya dapat mati menjadi seorang martir.

"Tujuan pertamaku..... mati sebagai shuhada," ia mengulang-ulang lirik tersebut dalam nasidnya di bulan Mei 2010.

Hammami adalah warga negara Amerika yang kemudian masuk Islam dan berangkat ke Somalia pada tahun 20006. Di Somalia profilnya segera naik ke permukaan, ia kemudian menjadi komandan militer Al Shabaab. [muslimdaily.net]

Read more...

Senin, 11 April 2011

Film “?”: Apa Maunya?

Senin, 11 April 2011

Oleh: Dr. Adian Husaini

“Soal akidah, di antara Tauhid Mengesakan Allah, sekali-kali tidaklah dapat dikompromikan atau dicampur-adukkan dengan syirik. Tauhid kalau telah didamaikan dengan syirik, artinya ialah kemenangan syirik.”

(Prof. Hamka, dalam Tafsir al-Azhar)

PERLU digarisbawahi, saat menonton film “?” (Tanda Tanya) pada tayangan perdana, 6 April 2011 lalu, saya adalah seorang Muslim. Saat memberikan komentar dan memberikan catatan kritis ini, saya juga tetap Muslim, dan saya menggunakan perspektif Islam dalam menganalisis film “?”. Sebagai Muslim, saya telah berikrar: "Tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah."

Dengan syahadat Islam itu, saya bersaksi, saya mengakui, bahwa Tuhan saya adalah Allah. Tuhan saya bukan Yahweh, bukan Yesus, bukan Syiwa. Tuhan saya Satu. Tuhan saya tidak beranak dan tidak diperanakkan. Saya mengenal nama dan sifat Allah bukan dari budaya, bukan dari hasil konsensus, tapi dari al-Quran yang saya yakini sebagai wahyu dari Allah kepada Nabi Muhammad saw. Karena itu, sejak dulu, dan sampai kiamat, saya dan semua orang Muslim memanggil Tuhan dengan nama yang sama, Allah, yang jelas-jelas berasal dari wahyu.

Sebagai Muslim, saya yakin, bahwa Nabi Muhammad saw diutus oleh Allah sebagai nabi terakhir. Sebagaimana para nabi sebelumnya – seperti Nabi Musa dan Nabi Isa a.s. – inti ajaran Nabi Muhammad saw adalah Tauhid, yaitu mensatukan Allah. Nabi Muhammad saw diutus untuk seluruh manusia (QS 34:28), bukan hanya untuk bangsa atau kurun tertentu.

Itu artinya, kebenaran Islam, bukan hanya berlaku untuk orang Islam, tetapi berlaku untuk semua manusia. Syariat Nabi Muhammad saw saat ini adalah satu-satunya syariat yang sah untuk seluruh manusia. Cara beribadah kepada Allah – satu-satunya – yang sah hanyalah dengan syariat Nabi Muhammad saw. Jalan yang sah menuju Tuhan hanyalah jalan yang dibawa Nabi Muhammad saw.

Akal saya tidak bisa menerima satu logika, yang menyatakan, bahwa Allah telah menurunkan Nabi-Nya yang terakhir, dan kemudian Allah SWT membebaskan manusia untuk memanggil nama-Nya dengan nama apa pun, sesuai dengan selera manusia. Juga, tidak masuk di akal saya, pendapat yang menyatakan, bahwa Allah SWT membebaskan manusia untuk menyembah-Nya dengan cara apa pun, sesuai dengan kreativitas akal dan hasrat nafsu manusia.

Saya yakin, sesuai QS 3:19 dan 3:85, bahwa Allah hanya menurunkan satu agama untuk seluruh Nabi-Nya, yakni agama yang mengajarkan Tauhid (QS 16:36). Jika satu agama tidak mengajarkan Tauhid, pasti bukan agama yang diturunkan Allah untuk para Nabinya; dan pasti merupakan agama budaya (cultural religion).
Itu keyakinan saya sebagai Muslim. Dan itu konsekuensi logis dari syahadat yang saya ikrarkan!

***

Alkisah, Rika, seorang istri yang kecewa terhadap suami. Rika memutuskan pindah agama, dari Islam menjadi Katolik. Ia berujar, bahwa kepindahan agamanya bukan berarti mengkhianati Tuhan. Meskipun Katolik, Rika sangat toleran. Anaknya , – masih kecil, bernama Abi –dibiarkannya tetap Muslim. Bahkan, ia mengantarjemput anaknya ke masjid, belajar mengaji al-Quran. Di bulan puasa, dia temani dan dia ajar Abi berdoa makan sahur.

Di Film “?” (Tanda Tanya), Rika ditampilkan sebagai sosok ideal: murtad dari Islam, tapi toleran dan suka kerukunan. Pada segmen lain, secara verbatim Rika mengatakan, BAHWA agama-agama ibarat jalan setapak yang berbeda-beda tetapi menuju tujuan yang sama, yaitu Tuhan. Kata Rika mengutip ungkapan sebuah buku, “… semua jalan setapak itu berbeda-beda, namun menuju ke arah yang sama; mencari satu hal yang sama dengan satu tujuan yang sama, yaitu Tuhan.”

Mulanya, kemurtadan Rika tidak direstui ibunya. Anaknya yang Muslim pun awalnya menggugat. Tapi, di ujung film, Rika sudah diterima sebagai “orang murtad” dari Islam. Bahkan, ada juga yang memujinya telah mengambil langkah besar dalam hidupnya.

Kisah dan sosok Rika cukup mendominasi alur cerita dalam film “?” garapan Hanung Bramantyo ini. Rika tidak dipersoalkan kemurtadannya. Padahal, dalam pandangan Islam, murtad adalah kesalahan besar. Saat duduk di bangku SMP, saya sudah menamatkan satu Kitab berjudul Sullamut Tawfiq karya Syaikh Abdullah bin Husain bin Thahir bin Muhammad bin Hasyim. Kitab ini termasuk yang mendapatkan perhatian serius dari Imam Nawawi al-Bantani, sehingga beliau memberikan syarah atas kitab yang biasanya dipasangkan dengan Kitab Safinatun Najah.

Dalam kitab inilah, sebenarnya umat Islam diingatkan agar menjaga Islamnya dari hal-hal yang membatalkannya, yakni murtad (riddah). Dijelaskan juga dalam kitab ini, bahwa ada tiga jenis riddah, yaitu murtad dengan I’tiqad, murtad dengan lisan, dan murtad dengan perbuatan. Contoh murtad dari segi I’tiqad, misalnya, ragu-ragu terhadap wujud Allah, atau ragu terhadap kenabian Muhammad saw, atau ragu terhadap al-Quran, atau ragu terhadap Hari Akhir, sorga, neraka, pahala, siksa, dan sejenisnya.

Masalah kemurtadan ini senantiasa mendapatkan perhatian serius dari setiap Muslim, sebab ini sudah menyangkut aspek yang sangat mendasar dalam pandangan Islam, yaitu masalah iman. Dalam pandangan Islam, murtad (batalnya keimanan) seseorang, bukanlah hal yang kecil. Jika iman batal, maka hilanglah pondasi keislamannya. Banyak ayat al-Quran yang menyebutkan bahaya dan resiko pemurtadan bagi seorang Muslim.

”Barangsiapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, Maka mereka Itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, dan mereka Itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.” (QS 2:217).

“Dan orang-orang kafir amal-amal mereka adalah laksana fatamorgana di tanah yang datar, yang disangka air oleh orang-orang yang dahaga, tetapi bila didatanginya air itu Dia tidak mendapatinya sesuatu apapun. dan didapatinya (ketetapan) Allah disisinya, lalu Allah memberikan kepadanya perhitungan amal-amal dengan cukup dan Allah adalah sangat cepat perhitungan-Nya.” (QS 24:39).

Jadi, riddah/kemurtadan adalah masalah besar dalam pandangan Islam. Entahlah dimata kaum Pluralis! Tindakan murtad bukan untuk dipertontonkan dan dibangga-banggakan! Dalam perspektif Islam, patutkah seorang bangga dengan kekafirannya?

***

Masih menyorot sosok Rika dalam film “?”. Rika pindah agama, dari Islam menjadi Katolik. Dalam konsepsi Islam, Rika bisa dikatakan telah melakukan dosa syirik, karena mengakui Yesus sebagai Tuhan atau salah satu Oknum dalam Trinitas. Padahal, dalam al-Quran Nabi Isa a.s. jelas-jelas menegaskan dirinya sebagai Rasul Allah. Nabi Isa adalah manusia, dan bukan Tuhan, atau anak Tuhan. Ini pandangan Islam. Tentu, ini bukan pandangan Kristen.





Dalam perspektif Islam, menurunkan derajat al-Khaliq ke derajat makhluk adalah tindakan tidak beradab. Begitu juga sebaliknya, menaikkan derajat makhluk ke derajat al-Khaliq juga tidak beradab. Itu musyrik namanya. Seorang presiden saja tidak mau disamakan dengan rakyat biasa. Jika lewat, dia minta diistimewakan. Kita diminta minggir. Binatang juga dibeda-bedakan tempat atau kandangnya. Adab -- dalam konsepsi Islam -- mewajibkan seorang Muslim meletakkan segala sesuatu sesuai dengan harkat dan martabat yang sebenarnya, sesuai ketentuan Allah. Nabi Isa a.s. adalah utusan Allah. Tugasnya menyampaikan kepada Bani Israel, siapa Tuhan yang sebenarnya, dan bagaimana cara menyembah-Nya. Nabi Isa a.s. melanjutkan syariat Nabi Musa a.s.

Menuduh Allah mempunyai anak – menurut al-Quran – adalah sebuah kesalahan yang sangat serius. “Dan mereka berkata: “Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak. Sesungguhnya kamu telah mendatangkan sesuatu perkara yang sangat mungkar, hampir-hampir langit pecah karena ucapan itu dan bumi terbelah dan gunung-gunung runtuh, karena mereka menuduh Allah Yang Maha Pemurah mempunyai anak.” (QS 19: 88-91).

Islam memandang keimanan sebagai hal terpenting dan mendasar dalam kehidupan. Iman akan dibawa mati. Iman lebih dari soal suku, bangsa, bahkan hubungan darah. Iman bukan “baju”, yang bisa ditukar dan dilepas kapan saja si empunya suka. Iman juga tidak patut diperjualbelikan: ditukar dengan godaan-godaan duniawi. Ada perbedaan prinsip antara mukmin dan kafir. “Sesungguhnya orang-orang kafir yakni ahli kitab dan orang-orang musyrik (akan masuk) neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya.” (QS 98:6).

Demi mempertahankan iman, Nabi Ibrahim a.s. rela berpisah dengan ayah dan kaumnya. Melihat tradisi penyembahan berhala pada keluarga dan kaumnya, Ibrahim a.s. tidak berpikir sebagai seorang Pluralis yang menyatakan, bahwa semua agama menyembah Tuhan yang sama, dan punya tujuan yang sama. Tapi, Nabi Ibrahim berdiri kokoh pada prinsip Tauhid, mengajak kaumnya untuk meningalkan tradisi syirik.

“Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berkata kepada ayahnya, Azar, pantaskah engkau menjadikan berhala-berhala ini sebagai tuhan-tuhan? Sesungguhnya aku melihat engkau dan kaum engkau dalam kesesatan yang nyata.” (QS 6:74).

“Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berkata: “Ya Tuhanku, jadikan negeri ini (Makkah), negeri yang aman, dan jauhkanlah aku dan anak cucuku dari menyembah berhala-berhala. Ya Tuhanku, sesungguhnya berhala-berhala itu telah menyesatkan kebanyakan dari manusia, maka barangsiapa yang mengikutiku, maka sesungguhnya orang itu termasuk golonganku, dan barangsiapa yang mendurhakai aku, maka sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS 14:35-36)

“Ibrahim bukanlah Yahudi atau Nasrani, tetapi dia adalah seorang yang hanif dan Muslim, dan dia bukanlah orang musyrik.” (QS 3:67).

Dan kini, dalam setiap shalat, kaum Muslim membacakan doa untuk Nabi Muhammad saw dan sekaligus dirangkaikan dengan doa untuk Nabi Ibrahim a.s. Itu tentu karena kegigihan Nabi Ibrahim dalam menegakkan ajaran Tauhid dan bukan karena Nabi Ibrahim seorang musyrik!

Maka, sebagai Muslim, saya tentu boleh merasa heran, dan penuh Tanda Tanya, mengapa dalam film “?” -- yang diproduksi dan digarap seorang yang beragama Islam -- soal ganti agama, soal keluar dari Islam, soal pergantian mukmin menjadi kafir, dianggap perkara kecil dan remeh?

***

Syahdan, para pemikir ateis, seperti Karl Marx, Friedrich Nietzsche, Sigmund Freud, Jean Paul Sartre dan sejenisnya, terkenal dengan gagasan-gagasan yang memandang agama dan Tuhan sudah tidak diperlukan lagi di era zaman modern ini. Mereka beramai-ramai mempermainkan Tuhan. Jean-Paul Sartre (1905-1980) menyatakan: “even if God existed, it will still necessary to reject him, since the idea of God negates our freedom.” (Karem Armstrong, History of God, 1993). Thomas J. Altizer, dalam “The Gospel of Christian Atheism” (1966) menyatakan: “Only by accepting and even willing the death of God in our experience can we be liberated from slavery…” (Karen Armstrong, History of God)

Friedrich Nietzsche, dalam karyanya, Also Sprach Zarathustra, mengungkap gagasan bahwa “Tuhan sudah mati”. Karena Tuhan sudah mati, dan tidak diperlukan lagi, Nietzsche berpendapat, “Kepercayaan adalah musuh yang lebih berbahaya bagi kebenaran, dibanding kebohongam.” Nietzsche ingin bebas dari segala aturan moral, ingin bebas dari Tuhan. Ujungnya, pada 25 Agustus 1900, ia mati setelah menderita kelainan jiwa dan penyakit kelamin. (Lihat, B.E. Matindas, Meruntuhkan Benteng Ateisme Modern, 2010).

Jika direnungkan secara serius, Pluralisme Agama sejatinya bisa begitu dekat dengan ateisme. Ketika orang menyatakan, “semua agama benar”, sejatinya bersemayam juga satu ide dalam dirinya, bahwa “semua agama salah”. Sebab, “Tuhan” (God), yang dipersepsikan kaum Pluralis adalah Tuhan yang abstrak. Tuhan kaum Pluralis adalah Tuhan dalam angan-angan, yang boleh diberi nama siapa saja, diberi sifat apa saja, dan cara menyembahnya pun boleh suka-suka. Kapan suka disembah, kapan-kapan tidak suka, bisa diganti dengan Tuhan lain. Cara menyembah Tuhan, menurut mereka, juga sesuka selera manusia. Bosan dengan cara satu, bisa diganti dengan cara lain. Sebab, dalam konsep mereka, tidak ada satu cara yang pasti benar dalam ibadah, sesuai petunjuk seorang Nabi.

Tuhan dalam Islam mengharamkan babi. Pada saat yang sama, Tuhan dalam agama Kristen menghalalkan babi.

Tuhan, dalam agama Bhairawa Tantra, memerintahkan agar menyembelih wanita dan darahnya kemudian diminum bersama-sama. Tuhan dalam agama Children of God menganjurkan seks bebas, sebagai wujud rasa kasih sayang antar-sesama manusia. Kini, di daratan Amerika dan Eropa bermunculan gereja-gereja nudis. Baik pendeta maupun jemaatnya, semuanya telanjang bulat saat melakukan kebaktian. Jika semua jenis “Tuhan” itu diangga sama saja, maka “Tuhan” yang mana yang disembah kaum Pluralis?

Jadi, saat seorang yang mengaku Pluralis berkata, “Semua agama menyembah Tuhan yang sama”, maka secara hakiki, dia telah berdiri di luar Islam. Sebab, dia tidak lagi menuhankan Allah. “Tuhan”, baginya, bisa siapa saja, berupa apa saja, dan berwujud apa saja. Bisa disebut Yehweh, bisa Allah, bisa Yesus, bisa Brahmin, dan bisa juga Iblis! Yang penting dikatakan “Tuhan”, yang penting God! Padahal, seorang Muslim sudah mengikrarkan syahadat: “Tidak ada Tuhan selain Allah”.

Meskipun menyebut Tuhan mereka dengan “Allah”, tetapi kaum Quraisy ketika itu dikatakan sebagai “musyrik”, sebab mereka menyekutukan Allah dengan Tuhan-tuhan lain. Allah hanyalah salah satu dari Tuhan-tuhan mereka; bukan Tuhan satu-satunya. Sebutan bisa sama, yakni “Allah”, tetapi konsepnya berbeda-beda. Sebagian besar kaum Kristen di Indonesia menyebut juga Tuhan mereka dengan sebutan “Allah”, tetapi konsepnya berbeda dengan “Allah” dalam Islam.

Lain lagi dengan aliran “Darmogandul” di Tanah Jawa, yang mengartikan Allah dengan “ala” (bahasa Jawa, artinya jelek). Dalam salah satu bait Pangkur-nya, Kitab Darmogandul, menyatakan: “Akan tetapi bangsa Islam, jika diperlakukan dengan baik, mereka membalas jahat. Ini adalah sesuai dengan zikir mereka. Mereka menyebut nama Allah, memang Ala (jahat) hati orang Islam. Mereka halus dalam lahirnya saja, dalam hakekatnya mereka itu terasa pahit dan masin.”

Jadi, Tuhan yang mana yang disembah kaum Pluralis? Jika Tuhan apa pun sama saja, lalu apa artinya Tuhan bagi mereka? Ujung-ujungnya bisa jadi: Tuhan tidak penting! Sebab, dalam pandangan kaum ini, Tuhan yang sejati (Allah), atau manusia, atau setan dianggap sama saja. Semua bisa menjadi Tuhan dan dituhankan. Ujung-ujungnya, Tuhan dianggap tidak penting. Bandingkan dengan sosok Sigmund Freud, psikolog dan salah satu perintis ateisme modern, yang berteori bahwa “Bertuhan, hanyalah wujud gejala penyakit jiwa infantilisme (penyakit kekanak-kanakan). (B.E. Matindas, ibid).

Ketidakjelasan posisi teologis kaum Pluralis Agama, digambarkan oleh Dr. Stevri Lumintang, seorang pendeta Kristen di Malang, dalam bukunya, Theologia Abu-Abu: Tantangan dan Ancaman Racun Pluralisme dalam Teologi Kristen Masa Kini, (Malang: Gandum Mas, 2004).

Dicatat dalam ilustrasi sampul buku ini, bahwa Teologi Abu-Abu adalah posisi teologi kaum pluralis ; bahwa teologi ini sedang meracuni, baik agama Kristen, maupun semua agama, dengan cara mencabut dan membuang semua unsur-unsur absolut yang diklaim oleh masing-masing agama.

Ditegaskan dalam buku ini: ‘’Inti Teologi Abu-Abu (Pluralisme) merupakan penyangkalan terhadap intisari atau jatidiri semua agama yang ada. Karena, perjuangan mereka membangun Teologi Abu-Abu atau teologi agama-agama, harus dimulai dari usaha untuk menghancurkan batu sandungan yang menghalangi perwujudan teologi mereka. Batu sandungan utama yang harus mereka hancurkan atau paling tidak yang harus digulingkan ialah klaim kabsolutan dan kefinalitas(an) kebenaran yang ada di masing-masing agama.’’

***

Sosok lain yang secara dominan ditampilkan dalam Film “?” adalah seorang bernama Surya. Ia seorang laki-laki Muslim, berprofesi sebagai aktor figuran. Dia berteman dengan Rika. Karena miskin, ia terusir dari rumah kosnya. Lihatlah, dalam film ini, Ibu Kos yang “bakhil” itu ditampilkan dalam sosok berjilbab, dan mengajari anak Rika agar membaca buku-buku Islam!

Surya memuji-muji Rika telah melakukan sesuatu yang berarti dalam hidupnya. Mereka berkawan akrab. Surya ditampilkan sebagai sosok yang polos, kocak dan naif. Untuk uang, dan mungkin untuk mempertontonkan fenomena “kerukunan umat beragama”, Surya menerima tawaran Rika agar berperan sebagai Yesus. Ia rela beradegan – seolah-olah -- dipaku di tiang salib di sebuah Gereja Katolik saat perayaan Paskah. Pada kali lain, ia berperan sebagai Santa Claus. Sebagian jemaat Gereja sempat memprotes sosok Yesus diperankan seorang Muslim. Terjadi perdebatan. Muncul Pastor yang menyetujui penunjukan Surya sebagai tokoh Yesus.

Seperti halnya Rika, tampaknya sosok Surya ditampilkan sebagai representasi fenomena toleransi dan “kerukunan”. Setelah merelakan dirinya berperan sebagai Yesus, Surya kembali ke masjid membaca surat al-Ikhlas, sebuah surat dalam al-Quran yang menegaskan kemurnian Tauhid. “Katakan, Allah itu satu. Allah tempat meminta. Allah tidak beranak dan diperanakkan. Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan-Nya.” Allah itu satu! Allah tidak punya anak! Ini gambaran dalam Film “?” karya Hanung ini.

Padahal, surat al-Ikhlas seperti mengoreksi doktrin pokok dalam agama Kristen, yang dirumuskan sekitar 300 tahun sebelumnya, di Konsili Nicea (325 M), sebagaimana disebutkan dalam Nicene Creed:

“Kami percaya pada satu Allah, Bapa Yang Mahakuasa, Pencipta segala yang kelihatan maupun yang tidak kelihatan. Dan pada satu Tuhan Yesus Kristus, Putra Allah, Putra Tunggal yang dikandung dari Allah, yang berasal dari hakikat Bapa, Allah dari Allah, terang dari terang, Allah benar dari Allah Benar, dilahirkan tetapi tidak diciptakan, sehakikat dengan Bapa…” (Norman P. Tanner, Konsili-konsili Gereja).

Padahal, al-Quran sudah menjelaskan: “Dan ingatlah ketika Isa Ibn Maryam berkata, wahai Bani Israil sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepada kalian, yang membenarkan apa yang ada padaku, yaitu Taurat, dan menyampaikan kabar gembira akan datangnya seorang Rasul yang bernama Ahmad (Muhammad).” (QS 61:6). Dalam al-Quran, ada cerita Lukmanul Hakim yang menesehati anaknya: “Syirik adalah kezaliman besar.” (QS 31:13).

Beratus tahun, sejak kelahirannya, Islam membuktikan sebagai agama yang sangat toleran. Sejak awal, Islam mengakui dan menghargai perbedaan, tanpa harus kehilangan keyakinan.

Saat Nabi Muhammad s.a.w. diutus, di wilayah Timur Tengah, sudah eksis pemeluk Yahudi, Kristen, dan kaum musyrik Arab. Nabi Muhammad s.a.w. mengajak mereka untuk memeluk Islam, mengakui Allah satu-satunya Tuhan dan dirinya adalah utusan Allah. Nabi tidak menyatakan, “Semua agama sama-sama jalan yang sah menuju Tuhan!” Bahkan, ada perintah al-Quran dalam surat al-Kafirun (109): “Katakan, hai orang-orang kafir, aku tidak menyembah apa yang kamu sembah! Dan tidak pula kamu menyembah apa yang aku sembah! Dan aku bukanlah penyembah sebagaimana kamu menyembah! Dan kamu bukanlah pula penyembah sebagaimana aku menyembah!”

Dalam Tafsirnya, Al-Azhar, Prof. Hamka menjelaskan, asbabun nuzul surat al-Kafirun ini berkaitan dengan tawaran damai empat tokoh kafir Quraisy yang resah dengan dakwah Tauhid Nabi Muhammad saw. Mereka adalah al-Walid bin al-Mughirah, al-Ash bin Wail, al-Aswad bin al-Muthalib dan Umaiyah bin Khalaf. Mereka mengajukan usulan: “Ya Muhammad! Mari kita berdamai. Kami bersedia menyembah apa yang engkau sembah, tetapi engkau pun hendaknya bersedia pula menyembah yang kami sembah….”

Buya Hamka mencatat: “Soal akidah, di antara Tauhid Mengesakan Allah, sekali-kali tidaklah dapat dikompromikan atau dicampur-adukkan dengan syirik. Tauhid kalau telah didamaikan dengan syirik, artinya ialah kemenangan syirik.”

Lebih jauh Buya Hamka menjelaskan: “Surat ini memberi pedoman yang tegas bagi kita pengikut Nabi Muhammad bahwasanya akidah tidaklah dapat diperdamaikan. Tauhid dan syirik tak dapat dipertemukan. Kalau yang haq hendak dipersatukan dengan yang batil, maka yang batil jualah yang menang.”

Itulah paparan Buya Hamka, ulama terkenal dan salah satu Pahlawan Nasional di Indonesia. Kita bisa menyimpulkan, jika ada yang menyatakan, bahwa “semua agama adalah jalan kebenaran”, saat itu dikepalanya telah hilang konsep iman dan kufur, konsep tauhid dan syirik. Baginya, tiada penting lagi, apakah seorang bertauhid atau musyrik; tak perlu dipersoalkan makan babi atau ayam, minum khamr atau jus kurma; tidak penting lagi berjilbab atau telanjang; tiada beda antara nikah atau zina; yang penting – katanya – adalah mengasihi sesama manusia. Saat itu, sejatinya, agama-agama sudah tidak ada; sudah diganti dengan SATU AGAMA: “agama global”, “agama universal”, “agama kemanusiaan”, atau “agama cinta”.

Persaudaraan global antar-sesama tanpa memandang agama menjadi misi terpenting dari kelompok lintas-agama semacam Theosofi dan Freemason. Ketua Theosofische Vereeniging Hindia Belanda, D. Van Hinloopen Labberton pada majalah Teosofi bulan Desember 1912 menulis: "Kemajuan manusia itu dengan atau tidak dengan agama? Saya kira bila beragama tanpa alasan, dan bila beragama tidak dengan pengetahuan agama yang sejati, mustahil bisa maju batinnya. Tidak usah peduli agama apa yang dianutnya. Sebab yang disebut agama itu sifatnya: cinta pada sesama, ringan memberi pertolongan, dan sopan budinya. Jadi yang disebut agama yang sejati itu bukannya perkara lahir, tetapi perkara dalam hati, batin.

Inikah yang dituju oleh Film “?” Jangan menuduh! Silakan dicermati dan direnungkan!


***

Masih ada sosok lain yang diidolakan dalam film “?”. Namanya, Menuk. Dia seorang muslimah, berjilbab pula. Menuk bekerja di sebuah retoran China. Bermacam makanan dijual di sana, termasuk babi. Dengan mencolok kepala babi ditampilkan. Kata si empunya restoran, bahan babi dan bahan lain dipisahkan.

Menuk diterima bekerja dengan baik di restoran ini. Ia diberi kebebasan ibadah. Dalam salah satu segmen, ditayangkan Menuk sedang shalat, disampingnya Nyonya pemilik restoran juga sedang bersembahyang sesuai dengan agamanya.

Pesan dari pemunculan sosok Menuk ini cukup jelas: inilah contoh toleransi! Muslimah berjilbab rela bekerja di sebuah restoran yang menjual babi.

Syukurlah, di akhir cerita, anak pemilik restoran bersedia memeluk Islam. Ini tentu baik, dalam perspektif Islam. Tetapi, apakah perlu harus melalui proses bekerja di sebuah restoran yang menjual babi?

Tujuan baik tidak boleh menghalalkan segala cara. Tujuan memberi nafkah keluarga adalah baik. Tetapi, cara yang ditempuh pun harus baik. Banyak muslimah yang gigih membantu ekonomi keluarganya dengan bekerja keras dalam berbagai bidang profesi, dan juga toleran dengan yang lain. Tapi, apakah Menuk sosok Muslimah yang ideal untuk ditampilkan?

Walhasil, Film “?” karya Hanung Bramantyo ini membawa pesan besar yang terlalu jelas: agama apa saja, sebenarnya sama saja! Agama-agama dipandang sebagai jalan setapak menuju Tuhan yang sama. Juga, agama-agama dianggap barang remeh; laksana baju, agama boleh ditukar dan -- kalau perlu -- dibuang kapan saja! Katanya, demi kerukunan, demi toleransi, dan demi perdamaian.

Akhirul kalam, di era globalisasi dan kebebasan informasi, saat kemusyrikan dan kemurtadan ditampilkan dalam wujud yang menawan dan menghibur, ada baiknya kita merenungkan satu ayat al-Quran: "Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu setan-setan (dari jenis) manusia dan setan (dari jenis) jin, sebagian mereka membisikkan kepada sebagian lainnya perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu." (QS 6:112)

Juga, Nabi Muhammad saw pernah bersabda: “Bersegaralah mengerjakan amal shalih, (sebab) akan datang banyak fitnah laksana malam yang gelap gulita. Pada pagi hari, seseorang berada dalam keadaan mukmin, tetapi sore harinya menjadi kafir. (Atau) sore harinya dia mukmin, pagi harinya menjadi kafir. Dia menjual agamanya dengan harta-benda dunia.” (HR Muslim). Wallahu a’lam bil-shawab.*/Depok, 10 April 2011

Catatan Akhir Pekan [CAP] Adian Husaini adalah hasil kerjasama antara Radio Dakta 107 FM dan www.hidayatullah.com



Red: Cholis Akbar Read more...

Rabu, 06 April 2011

Demonstran kecam pembakaran Al Quran dua staf PBB disembelih

Paling tidak terdapat dua staff PBB yang dipenggal kepalanya ketika demonstran menyerang kantor PBB di Afghanistan kemarin.

Para demonstran membanjiri kantor PBB setelah seorang pastor Amerika membakar kitab suci Al Qur'an di Amerika.

Sudah lebih dari 20 orang yang meninggal akibat kemarahan demonstran.

Tabloid online Inggris The SUN melansir berita "diyakini tujuh pekerja asing PBB "diburu" dan dibunuh bersama dengan lima penjaga asal Nepal.


Terdapat pula beberapa orang yang tewas yang diduga adalah para penyerang.

Dua korban tewas semalam diidentifikasi sebagai pilot asal Norwegia Letkol Siri Skare, 53 dan pekerja PBB Joakin Dungel 27 tahun asal Swedia.

Protes ini dipicu setelah seorang pastor bernama Wayne Sapp membakar kitab suci Al Qur'an di sebuah gereja Florida.

Pastor ini merupakan anak buah dari pendeta Terry Jones, yang pernah mengancam akan membuat hari "Bakar Al Qur'an pada 11 September tahun lalu."

Demo Damai Berubah Menjadi Kekerasan

Saksi mata mengatakan demonstrasi yang awalnya damai dimulai di Mazar-e Sharif tiba-tiba berubah menjadi kekerasan.

Kieran Dwyer, jurubicara misi PBB di Afghanistan mengatakan "Orang-orang terjebak dan diburu oleh demonstran. Orang-orang sipil ini tidak bersenjata yang sedang melakukan pekerjaan hak asasi manusia, bekerja untuk perdamaian Afghanistan, mereka tidak siap untuk situasi ini."

Sementara itu, protes lain di Kandahar atas pembakaran Al Qur'an menyebabkan paling tidak empat orang tewas.

Gelombang protes juga diadakan di beberapa kota lain di Afghanistan dan Pakistan. Para demonstran membakar bendera Amerika di Kabul, Afghanistan dan di Karachi, Pakistan. [muslimdaily.net/sun]
Read more...

Hidayatullah.com - Sosialisasi Kiamat 21 Mei 2011 Menggila

bHidayatullah.com - Sosialisasi Kiamat 21 Mei 2011 Menggila Read more...